Loading ...

THE UGLY DUCKLING

It was so beautiful in the country. It was the summer time. The wheat fields were golden, the oats were green, and the hay stood in great stacks in the green meadows. The stork paraded about among them on his long red legs, chattering away in Egyptian, the language he had learned from his lady mother. 

Suasana pedesaan sangat indah. Saat itu musim panas. Ladang gandum berwarna keemasan, jelai berwarna hijau, dan jerami menumpuk di padang rumput hijau. Burung bangau berparade di antara mereka dengan kaki merahnya yang panjang, berceloteh dalam bahasa Mesir, bahasa yang dipelajarinya dari induknya.

All around the meadows and cornfields grew thick woods, and in the midst of the forest was a deep lake. Yes, it was beautiful, it was delightful in the country.

Di sekeliling padang rumput dan ladang jagung tumbuh hutan lebat, dan di tengah hutan terdapat sebuah danau yang dalam. Ya, danau itu indah, sungguh menyenangkan di pedesaan.

In a sunny spot stood a pleasant old farmhouse circled all about with deep canals; and from the walls down to the water’s edge grew great burdocks, so high that under the tallest of them a little child might stand upright. The spot was as wild as if it had been in the very center of the thick wood.

 

Di tempat yang cerah berdiri sebuah rumah pertanian tua yang indah dikelilingi oleh kanal-kanal yang dalam; dan dari dinding hingga ke tepi air tumbuh pohon burdock besar, begitu tinggi sehingga di bawah pohon yang paling tinggi seorang anak kecil dapat berdiri tegak. Tempat itu liar seakan-akan berada di tengah-tengah hutan lebat.